banner 728x250
Daerah  

Trauma Banjir Belum Hilang, Puluhan Warga Hutanabolon Bertahan di Tenda Pengungsian, Desak Pengerjaan Tanggul Dipercepat

banner 120x600
banner 468x60

Trauma Banjir Belum Hilang, Puluhan Warga Hutanabolon Bertahan di Tenda Pengungsian, Desak Pengerjaan Tanggul Dipercepat

Kameranews.com // Tapanuli Tengah

banner 325x300

Puluhan warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, hingga kini masih memilih tinggal di tenda pengungsian akibat trauma mendalam pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut pada 25 November 2025. Mereka menilai proses pembangunan tanggul penahan Sungai Aek Silaga Laga yang belum rampung membuat ancaman banjir masih membayangi.

Salah seorang warga, Melinda Tambunan (41), mengatakan dirinya bersama warga lainnya belum berani kembali menetap di kawasan permukiman. Menurutnya, tenda pengungsian yang berada di kawasan lebih tinggi dianggap lebih aman apabila hujan deras kembali mengguyur dan banjir susulan terjadi.

“Rumah kami sudah hanyut diterjang banjir. Yang tersisa hanya pakaian di badan. Kami memilih tinggal di tenda karena merasa lebih aman dibanding kembali ke rumah yang sewaktu-waktu bisa diterjang banjir,” ujarnya kepada tim Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Tapteng, Kamis (6/8/2026).

Melinda mengaku peristiwa banjir yang menghancurkan rumah dan harta benda warga meninggalkan trauma mendalam. Ia menyebut tanggul yang sedang dibangun beberapa kali mengalami kerusakan saat debit air sungai meningkat, sehingga membuat warga semakin khawatir.

“Kalau hujan deras turun, kami selalu waswas. Kami melihat sendiri tanggul yang dikerjakan sempat jebol sehingga air kembali menghantam permukiman. Itu membuat kami semakin takut,” katanya.

Menurut Melinda, saat ini satu tenda bahkan dihuni hingga tiga kepala keluarga. Meski kondisi tersebut jauh dari kata layak, mereka terpaksa bertahan demi keselamatan.

Selain kehilangan tempat tinggal, warga juga mengaku masih bergantung pada bantuan dari para dermawan. Sementara itu, sejumlah bantuan pemerintah, termasuk Jaminan Hidup (Jadup), disebut belum sepenuhnya diterima oleh seluruh warga terdampak.

Melinda berharap pemerintah segera mempercepat penyelesaian pembangunan tanggul agar mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman warga di Kelurahan Hutanabolon.

“Kami hanya berharap tanggul itu segera selesai. Kalau pembangunannya dipercepat, kami yakin bisa membantu menahan luapan Sungai Aek Silaga Laga sehingga warga tidak terus hidup dalam ketakutan,” tuturnya.

Warga berharap percepatan pembangunan tanggul menjadi prioritas agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal tanpa dihantui ancaman banjir setiap kali musim hujan tiba.

(SM17/Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *