banner 728x250
Berita  

Festival Batu Penggilingan IV Dimulai, PPSU se-Jakarta Timur Adu Disiplin dan Kekompakan

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA — Sebanyak 20 tim Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari sejumlah kelurahan di Jakarta Timur mengikuti lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dalam rangkaian Festival Batu Penggilingan IV.

Para petugas yang dikenal sebagai Pasukan Oranye itu beradu ketepatan gerakan, kekompakan, kedisiplinan dan kerja sama tim dalam perlombaan yang digelar di kawasan Cagar Budaya Batu Penggilingan, Jalan Kalibuaran, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung.

banner 325x300

Lomba PBB menjadi pembuka rangkaian Festival Batu Penggilingan IV yang tidak hanya mengangkat sejarah kawasan, tetapi juga membawa pesan tentang kedisiplinan, kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Komisi B, Syahroni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan festival memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

“Kalau bicara Batu Penggilingan, kita membuat sebuah cagar budaya di samping kita ini. Ini milik warga Penggilingan. Setiap menyelenggarakan festival, kita ingin ada kegiatan yang membangun disiplin dan membangun wilayah,” kata Syahroni.

Menurut Syahroni, lomba tahun ini melibatkan PPSU dari 20 kelurahan dengan jumlah peserta mencapai sekitar 400 orang.

Ia mengatakan PBB dipilih karena memiliki nilai pendidikan kedisiplinan dan kekompakan yang relevan dengan tugas PPSU sebagai petugas yang setiap hari bekerja di tengah masyarakat.

“Kita ingin memberikan rasa disiplin kepada mereka, tepat waktu dan kekompakan dalam tim,” ujarnya.

Tak berhenti pada lomba baris-berbaris, rangkaian festival juga akan mengajak masyarakat melakukan aksi nyata menjaga lingkungan. Warga dan PPSU akan bergerak membersihkan kawasan sepanjang bantaran kali, merapikan lingkungan, menata gang serta melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

Menurut Syahroni, kegiatan tersebut juga menjadi respons terhadap persoalan sampah di Jakarta yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kita ini mengikuti apa yang ditunjukkan oleh Gubernur, permasalahan sampah Jakarta yang luar biasa hari ini kita kemas dalam sebuah kegiatan,” katanya.

Ketua Panitia Festival Batu Penggilingan IV, Ustaz Muhammad Sehu atau Suhe, mengatakan lomba PBB memberikan kesempatan kepada PPSU untuk menunjukkan kemampuan lain di luar pekerjaan rutin mereka.

“Selama ini mereka bekerja, kita tunjukkan juga kepada masyarakat bahwa mereka bisa berbaris,” kata Suhe.

Ia berharap lomba tersebut menjadi pengalaman awal yang dapat dikembangkan pada penyelenggaraan festival berikutnya.

“Tahun ini mereka mencoba yang pertama. Insyaallah tahun depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Festival Batu Penggilingan IV juga akan menghadirkan bazar UMKM dan berbagai pertunjukan seni budaya. Sejumlah kegiatan lain seperti hadrah, lomba rebana dan kegiatan masyarakat turut dijadwalkan dalam rangkaian festival.

Suhe mengatakan seluruh kegiatan membawa tema Jakarta bersih dan tertata. Menurut dia, tema tersebut sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat ikut menjaga kawasan Batu Penggilingan yang memiliki nilai sejarah.

Kawasan Batu Penggilingan merupakan cagar budaya yang berkaitan dengan sejarah penggilingan gula pada masa lampau. Menurut panitia, keberadaan situs tersebut menjadi bagian penting dari sejarah yang melatarbelakangi nama Penggilingan.

“Nama Jalan Raya Penggilingan itu berada pada Batu Penggilingan. Batu Penggilingan itu bukan penggilingan padi, tetapi penggilingan gula,” kata Suhe.

Melalui Festival Batu Penggilingan IV, panitia berharap pelestarian sejarah dapat berjalan beriringan dengan pembenahan lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan penguatan budaya lokal.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *