banner 728x250
Berita  

Herry Dahana: Kepemimpinan yang Kuat dan Dukungan Rakyat Menjadi Kunci Ketahanan Nasional

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, 14 Juni 2026 – Di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan global, mantan Deputi Politik dan Strategi Wantannas RI Tahun 2022, Heribertus Dahana Resmiwara, menegaskan pentingnya sinergi antara kepemimpinan nasional yang kuat dan dukungan rakyat dalam menjaga ketahanan bangsa.

Menurut Herry Dahana, situasi dunia saat ini ditandai oleh ketidakpastian yang tinggi akibat perlambatan ekonomi global, konflik geopolitik, persaingan antarnegara, ancaman keamanan siber, hingga berkembangnya perang informasi yang dapat memengaruhi stabilitas suatu negara.

banner 325x300

“Kondisi global saat ini menuntut setiap negara memiliki daya tahan yang kuat. Dalam situasi seperti ini, kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan strategis dan dukungan masyarakat yang solid menjadi faktor yang sangat menentukan,” ujar Herry, Minggu (14/6).

Ia menjelaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup stabilitas politik, kekuatan ekonomi, ketahanan sosial, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Menurutnya, seluruh komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas tersebut agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari lingkungan global maupun domestik.

“Ketahanan nasional adalah hasil kerja bersama. Pemerintah memiliki tanggung jawab menjalankan kebijakan, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan semangat kebangsaan,” katanya.

Herry menilai bahwa dalam sistem demokrasi, kritik dan pengawasan terhadap pemerintah tetap diperlukan sebagai bagian dari mekanisme kontrol publik. Namun ia mengingatkan bahwa kritik yang disampaikan hendaknya berorientasi pada solusi dan kepentingan bangsa.

“Kritik yang konstruktif akan memperkuat kualitas kebijakan publik. Yang perlu dihindari adalah berkembangnya narasi yang justru memperuncing perpecahan dan menggerus rasa kebersamaan sebagai satu bangsa,” ujarnya.

Selain itu, Herry menyoroti meningkatnya tantangan di ruang digital yang sering kali diwarnai oleh penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Ia mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan isu-isu strategis nasional.

“Di era digital, informasi bisa menjadi kekuatan sekaligus ancaman. Karena itu masyarakat perlu membangun budaya verifikasi, berpikir kritis, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Herry juga menekankan bahwa sejarah telah menunjukkan banyak bangsa mengalami kemunduran bukan karena kurangnya sumber daya, melainkan karena kehilangan persatuan dan solidaritas nasional. Oleh sebab itu, menjaga kohesi sosial harus menjadi perhatian bersama.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi kepentingan nasional harus selalu menjadi titik temu yang menyatukan seluruh anak bangsa,” katanya.

Lebih lanjut, Herry mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, kalangan profesional, dan generasi muda untuk terus memperkuat optimisme terhadap masa depan Indonesia.

Menurutnya, berbagai tantangan yang ada harus dipandang sebagai momentum untuk memperkuat kapasitas bangsa dan mempercepat langkah menuju kemajuan.

“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Dengan kepemimpinan yang kuat, stabilitas nasional yang terjaga, serta dukungan rakyat yang bersatu, saya yakin bangsa ini mampu menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *