Indeks

HUKUM MANDUL DI MEDAN: PMKRI MEDAN SOROTI LAPORAN MANDEK DAN NARKOBA YANG KIAN MERAJALELA

Medan — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan melontarkan kritik keras terhadap kinerja Polrestabes Medan yang dinilai belum mampu memberikan kepastian hukum kepada masyarakat serta gagal menuntaskan persoalan peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan di Kota Medan.

Ketua PMKRI Cabang Medan, Leonardus Simamora, menegaskan bahwa hingga saat ini masih banyak laporan masyarakat yang mandek bertahun-tahun tanpa kejelasan di meja penyelidikan maupun penyidikan Polrestabes Medan. Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan publik bahwa hukum di Kota Medan masih tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

“Laporan masyarakat tidak boleh dibiarkan menggantung tanpa kepastian. Ketika sebuah laporan bisa mandek bertahun-tahun, publik berhak mempertanyakan: ada apa dengan penegakan hukum di Kota Medan? Negara tidak boleh kalah oleh kelambanan birokrasi ataupun oleh kepentingan tertentu,” tegas Leonardus.

PMKRI Medan juga menyoroti masifnya peredaran narkoba yang hingga kini masih merajalela di berbagai sudut Kota Medan. Kota ini dinilai belum mampu keluar dari stigma sebagai salah satu daerah dengan peredaran narkoba terbesar di Sumatera Utara bahkan di Indonesia.

Sorotan tajam juga diarahkan pada operasi penggerebekan di kawasan Jermal 14. PMKRI menilai operasi tersebut belum memberikan jawaban substantif kepada publik, karena hingga kini tidak ada transparansi mengenai siapa aktor utama atau jaringan besar yang diduga berada di balik peredaran narkoba di kawasan tersebut.

“Penggerebekan tanpa mengungkap bandar besar hanya akan menjadi tontonan sesaat. Publik tidak membutuhkan pencitraan. Publik membutuhkan keberanian aparat untuk membongkar jaringan besar yang selama ini diduga mengendalikan peredaran narkoba di Kota Medan,” lanjutnya.

Menurut PMKRI Medan, apabila akar persoalan tidak disentuh dan hanya pelaku kecil yang terus ditangkap, maka pemberantasan narkoba hanya akan berputar di lingkaran yang sama tanpa pernah benar-benar menyelesaikan masalah.

Sebagai organisasi kader yang memiliki tanggung jawab moral terhadap kehidupan bangsa, PMKRI Cabang Medan mendesak Polrestabes Medan untuk:
1. Membuka secara transparan perkembangan laporan masyarakat yang selama ini mandek bertahun-tahun.
2. Mengungkap aktor utama di balik jaringan narkoba di Kota Medan, termasuk yang beroperasi di kawasan Jermal 14.
3. Menunjukkan keberanian dan integritas dalam penegakan hukum tanpa tebang pilih serta tanpa kompromi terhadap kejahatan narkotika.

PMKRI Cabang Medan menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat penegakan hukum yang tidak berpihak pada keadilan dan keselamatan masyarakat.

“Jika hukum terus mandek dan narkoba terus merajalela, maka ini bukan lagi sekadar persoalan kriminalitas, tetapi krisis keberanian dalam penegakan hukum. PMKRI akan terus mengawal isu ini sampai publik mendapatkan kejelasan,” tutup Leonardus.

Exit mobile version