Jakarta – Kepedulian terhadap pasien gagal ginjal kronis kembali ditunjukkan melalui aksi sederhana namun bermakna. Komunitas dan Yayasan Jaga Ginjal Indonesia (JGI) secara rutin membagikan telur rebus kepada pasien hemodialisis (cuci darah) di berbagai rumah sakit sebagai bentuk dukungan kesehatan sekaligus penguatan moral bagi para pejuang gagal ginjal kronis.
Program sosial ini dilaksanakan setiap pekan sebagai upaya membantu meningkatkan asupan protein pasien, sekaligus menciptakan ruang kebersamaan dan saling menguatkan di antara sesama penyintas gagal ginjal kronis.
Kegiatan pembagian telur rebus telah dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain:
RSUD Blora (RS Soetijono) – Muryono
RS Hermina Depok – Fera
Klinik Elmedikasih – Fera
RSUD Khidmat Sehat Afiat (KISA) – Naya
RS Plumbon Cibitung – Zita
RSUD Cibitung – Zita
RS Citra Arafiq – Vera
RS Tugu Ibu – Eddi
RS PMI Bogor – Evi
RS Melati Cimone – Didah
RS YARSI – Eko
Pemberian telur rebus dilakukan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan pasien gagal ginjal kronis, khususnya mereka yang mengalami kadar albumin rendah. Kandungan protein berkualitas tinggi pada telur dinilai penting dalam membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pasien dan mendukung adekuasi terapi dialisis agar hasil pengobatan menjadi lebih optimal.
Komunitas Jaga Ginjal Indonesia (JGI) merupakan gerakan sosial peduli kesehatan ginjal dan penyintas gagal ginjal kronis yang dideklarasikan pada 17 Oktober 2021. Sejak berdiri, JGI aktif memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit ginjal, peningkatan kualitas hidup pasien, serta pendampingan pemberdayaan ekonomi melalui dukungan modal usaha bagi pasien maupun keluarga pendamping untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembina Yayasan Jaga Ginjal Indonesia, Anityo, menjelaskan bahwa program pembagian telur rebus telah menjadi kegiatan rutin yayasan sejak awal berdiri dan dilaksanakan setiap minggu.
“Program ini bukan hanya membantu meningkatkan kadar albumin pasien, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi dan dukungan emosional. Di sini para pasien bisa saling bertemu, berbagi semangat, dan saling menguatkan agar tetap kuat menjalani pengobatan,” ujarnya.
Menurut Anityo, dukungan moral memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalani terapi dialisis jangka panjang yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan semangat yang kuat.
Melalui kegiatan sosial ini, Jaga Ginjal Indonesia berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap kebutuhan pasien gagal ginjal kronis, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun pemberdayaan ekonomi. Program berbagi telur rebus menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian yang sederhana, namun memberikan manfaat besar bagi pasien yang harus rutin menjalani terapi dialisis demi mempertahankan kualitas hidup mereka.
Tentang Jaga Ginjal Indonesia (JGI)
Jaga Ginjal Indonesia (JGI) adalah komunitas dan gerakan sosial yang berfokus pada edukasi kesehatan ginjal, pendampingan penyintas gagal ginjal kronis, peningkatan kualitas hidup pasien, serta pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan UMKM bagi pasien dan keluarga pendamping.
Sejak dideklarasikan pada 17 Oktober 2021, JGI secara konsisten menjalankan berbagai program sosial dan edukatif untuk mendukung masyarakat yang terdampak penyakit ginjal.


















